Membangun Citra Penulis Profesional

16 01 2010

BAGI seorang freelance, menjalin kerjasama dengan klien adalah segala-galanya. Selama bekerja di beberapa penerbitan, saya mendapati banyak kejadian menarik mengenai bagaimana seorang penulis terpaksa kehilangan kesempatan berkarya di media tempat saya bekerja. Saya katakan menarik karena justru mereka “jatuh” disebabkan hal-hal yang cukup sepele. Misalnya, seorang penulis kenalan saya terpaksa diblacklist lantaran jatuh cinta dengan editornya dan mulai bersikap di luar profesionalitas.

Ingat, kehilangan relasi dengan klien adalah kiamat bagi penulis freelance. Karena itu ciptakan citra diri yang baik. Citra diri yang baik dan professional itu bisa diciptakan dengan berbagai cara, satu diantaranya melalui 10 langkah berikut:

1. Kenali Jam Kerja. Editor berbeda dengan penulis karena editor tetaplah karyawan suatu instansi, terikat jam kerja. Kenali dengan baik jam kerja mereka. Misalnya, jangan mengontak atau bertemu pada saat jam istirahat makan siang, atau jam pulang, kecuali bila sebelumnya sudah ada kesepakatan. Jangan heran bila anda mendapati jawaban ketus dari editor lantaran dia terganggu acaranya sepulang kerja hanya untuk melayani telepon anda. Dan lagi, ada waktu-waktu tertentu dimana seorang editor benar-benar akan berang bila anda “mengganggunya”, misalnya dia dikejar deadline.

2. Jangan Masuk Jam Pribadi. Sebagaimana manusia normal, editor memiliki waktu-waktu untuk pribadi dan keluarganya. Sebaiknya segala koordinasi dilakukan pada jam kerja. Jangan pernah berkoordinasi di luar jam kerja, kecuali bila sang editor sudah mempersilakan. Hal ini terkadang dilalaikan penulis. Mungkin karena sudah merasa dekat dengan editor sehingga merasa bisa berkoordinasi kapan pun. Jangan sampai kehadiran kita malah berubah dari “peluang” menjadi “pengganggu”.

3. Jangan gonta-ganti nomor hp. Di era sekarang, mendapat nomor hp sangatlah mudah dibanding saat pertama kali ada hp dahulu. Namun begitu, seorang professional tidak akan gampang mengganti nomor hp. Kenapa? Karena nomor telepon/hp adalah akses, dengan sering mengganti nomor akan membingungkan bagi yang ingin mengakses. Editor dengan senang hati akan menyimpan nomor anda, namun bila terlalu sering menyimpan/mengganti nomor anda dia bisa jengah juga. Dan lagi, meskipun setiap anda mengganti nomor hp langsung mengontak klien untuk memberitahukan nomor baru anda tersebut, tetap saja itu seperti “memerintah” klien “bekerja” men-save nomor anda.

4. Save nomor klien. Ketika ditelepon seorang editor—yang sebelumnya sudah pernah bertukar nomor dengan anda—jangan sampai anda mengucapkan “saya bicara dengan siapa ini?”. Hal ini akan memberi kesan anda tidak respek dengannya, dan mengabaikan nomor pemberiannya. Sebaiknya simpan setiap nomor yang diberikan klien dengan nama yang jelas.

5. Jagalah kata-kata ketika sedang bicara. Dalam berkomunikasi, orang dinilai dari 2 hal: kata-kata yang diucapkan dan cara dia mengucapkan kata-kata itu. Sebaiknya pikirkan sebelum bicara. Jangan sampai anda dinilai sebagai orang yang banyak bicara, tukang obral janji, kasar, tidak beretika, dan lain sebagainya. Selalu tepati janji dan deadline. Ingatlah, editor, sebagaimana juga wartawan, adalah 50% intelektual, 50 % seniman. Karena memiliki sisi seni, mereka sangat subyektif.

6. Gunakan tulisan yang baik. Dalam menulis email atau sms pada editor jangan disamakan dengan menulis pada teman anda. Gunakan bahasa yang baik dan jelas. Jangan gunakan tulisan yang disingkat-singkat sebagaimana anak zaman sekarang. Jangan mencoba membuat editor terkesan dengan bahasa gaul, ingatlah tidak semua editor up-date dengan perkembangan terbaru. Lebih berguna jika anda mengapresiasikan segala pola gaya anda dalam karya, bukan dalam kehidupan nyata.

7. Sopan beremail. Dalam beremail, ingatlah standar international dalam hal kesopanan: Pertama, selalu gantilah subyek. Jangan menggunakan subyek yang sama sehingga tercipta “re—“. Dan kedua, hapus semua tulisan kiriman saat reply. Ini menunjukkan anda benar-benar menyimak, respek dan menghormatinya dengan penuh perhatian dan bukan sekedar baca dan balas.

8. Jangan bicarakan hal-hal pribadi. Meskipun anda sudah sedemikian dekat dengan editor, jangan bicarakan hal-hal yang sangat pribadi, baik hal-hal itu menyangkut diri anda maupun dirinya. Jangan mempertanyakan, katakanlah, kenapa dia memilih warna baju yang dia kenakan sekarang?

9. Jangan mencitrakan diri “high”. Kadang seorang penulis ketika bertemu editor pertama kali selalu memberi kesan “high”, baik dalam hal pengalaman maupun standar payment. Selama kerja di beberapa penerbitan, saya sering melihat penulis yang kehilangan peluang hanya karena saat pertemuan mereka “menyombong”. Misalnya, mengatakan sudah terbiasa bekerjasama dengan luar negeri, dan lain sebagainya. Kesan yang diciptakan ini justru menjadi bumerang karena editor tidaklah terlalu suka bekerjasama dengan orang yang terlalu menuntut tinggi.

10. Menangkan hatinya. Hal ini sangat umum dilakukan semua profesi yang menuntut relasi yang baik dengan klien. Kenali klien anda, kenali kesenangannya, kenali agamanya misalnya. Lalu pada saat hari raya agama tersebut, beri ucapan selamat kepadanya. Hal ini dibutuhkan untuk membuat dia teringat anda pada saat dalam moment bahagia.

Selamat mencoba tips-tips di atas, yang semuanya dirangkai berdasar pengalaman pribadi. Jadilah pribadi yang menarik, disenangi, dibutuhkan dan bukannya tidak diinginkan.

Anto-Cornerstone


Actions

Information

6 responses

16 01 2010
aira

Great! Thanks a lot atas infonya. walau pun selama ini editor yang pernah bekerjasama denganku semuanya okay. Tapi artikel ini sangat bermanfaat lho! ^_^

18 01 2010
cornerstonestudio

Syukurlah kalau editornya oke-oke, dan jangan sampai jatuh hati ya…hehehe…

18 01 2010
aira

engga la yauw! ^_^
engga berani nyoba…wkwkwk

18 01 2010
aira

@mas Anto. Tipsnya okehh2 niy!

19 01 2010
cornerstonestudio

Thaks. cuma pingin berbagi pengalaman aja.

13 02 2010
stellapong

Jiahhhhh….! desainer juga bisa berang lho kalau jam istirahatnya diganggu (sangat berang malah -sehingga bisa jadi berang-berang- nah, lho? Kok tentang editor doang, ttg bagian lainnya jg dong (R&D, desain, dsb) hwehehehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: