MENCIPTAKAN KARAKTER YANG DAPAT DIPERCAYA

14 01 2010

Salah satu definisi buku anak adalah buku yang menampilkan anak sebagai tokoh utama dan target pembacanya adalah anak-anak.

Mari kita melihat anak-anak sebagai karakter.

Dalam buku anak bergambar, kita tidak perlu mendeskripsikan karakter secara detil, karena semuanya sudah ditunjang oleh visualisasi yang ada. Ingatlah bahwa ketika menulis buku anak bergambar, kata-kata kita lebih terbatas ketimbang novel (kurang dari 1,000) dan kita tak boleh membuang-buang kata untuk penggambaran yang tak perlu. Deskripsi hanya dibatasi pada komponen yang penting untuk alur cerita. Misalnya Anda ingin menulis tentang seorang anak yang terganggu dengan penampilan mereka—berkacamata atau terlalu kecil—maka deskripsi, yang tidak berlebihan, tentu diperlukan.

Untuk membuat karakter Anda tampak hidup di mata pembaca, Anda harus berpikir bahwa ia adalah orang yang nyata. Ada banyak orang di sekeliling kita setiap hari, jadi akan sangat berguna untuk mengambil kepingan-kepingan karakter orang yang kita kenal untuk menciptakan karakter. Gabungkan dan padankan—jangan hanya menggunakan satu karakter. Orang yang kita ambil karakternya itu mungkin tidak akan terlalu senang, apalagi kalau dijadikan karakter antagonis. ^^

Hindari stereotipe ketika menulis untuk anak atau fiksi karena itu membosankan dan tidak imajinatif. Kreatiflah.

Karakter menjadi hidup melalui aksi dan dialog mereka. Aksi biasanya menunjukkan kepribadian tokoh yang kita angkat. Apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka bereaksi sebagian besar bergantung pada kepribadian, latar belakang, dan pengalaman hidup mereka.

Contohnya, seorang anak yang sudah pernah digigit anjing akan bereaksi berbeda ketika diperhadapkan dengan anjing asing dibanding dengan seorang anak yang tidak pernah mengalami trauma ini.

Karakter yang dapat dipercaya selalu bertindak konsisten

Sebagai contoh, dalam buku saya, Clara the Swanky Peacock (Clara si Merak Angkuh, terbitan Butterfly), Clara memiliki “musuh” yang bernama Celestine, seekor burung cenderawasih yang cantik dan ramah. Saya menggambarkannya sebagai seekor burung yang, walau cantik, tetap rendah hati dan ramah terhadap semua penghuni Taman Burung, juga Paman Pit, penjaga taman. Ia tidak memilih-milih teman, juga tidak rewel dengan makanannya. Clara yang jengkel dengannya menantang Celestine untuk duel kecantikan. Di sini, apa reaksi Celestine?

Ia menolak. Sudah jelas, karena sifat dasarnya adalah rendah hati. Ia tidak meledak marah, tidak juga menyanggupi dengan angkuhnya. Bayangkan kalau Celestine bereaksi seperti itu. Elemen plot yang satu ini mungkin akan sulit dicerna pembaca, mengingat bahwa di awal kita sudah mengenal seperti apa Celestine ini. Ia tidak lagi menjadi karakter yang dapat dipercaya.

Penting untuk mengetahui apa yang karakter Anda inginkan– motivasi mereka. Tujuannya haruslah sesuatu yang dapat diidentifikasi dan dipedulikan oleh para penbaca.

Para pembaca harus peduli dengan karakter Anda dan tertarik mengikuti kisah perjalanan mereka. Kalau tidak, mereka akan membuang buku Anda dan meninggalkannya begitu saja.

Anda, sang penulis, harus peduli dengan karakter yang Anda ciptakan. Jikalau tidak, maka Anda tak bisa mengharapkan para pembaca juga akan peduli dengannya. Untuk itu, Anda perlu mengenal dirinya dengan baik.

Terkadang penulis menggunakan kebiasaan tertentu untuk membuat karakternya tampak nyata. Kebiasaan dapat mengambil bentuk dalam aksi dan dialog. Mungkin ada karakter yang suka menggigiti kuku atau mengenakan pakaian tertentu. Namun berhati-hatilah dalam memaparkan kebiasaan karakter ini. Terlalu banyak kebiasaan dapat mengganggu dan mengesalkan pembaca.

Jumlah karakter juga harus dibatasi dalam buku anak. Terlalu banyak karakter dapat membingungkan para pembaca kecil kita.

Selviya-Cornerstone


Actions

Information

3 responses

14 01 2010
mamby as

suka suka suka.

14 01 2010
eryani

thanks mbak artikelnya mantap!

Oya, mbak selvi bikin ilustrasi cerita pake komputer ato gambar tangan? Boleh tahu langkah-langkahnya nggak? Ak juga pengen belajar. Gambarnya lucu mbak!

14 01 2010
cornerstonestudio

makasih mbak Eryani ^^
yang buat ilustnya bukan saya, melainkan Mas Andika, rekan saya. Sayang memang namanya tidak dicantumkan di cover. Mas Andika pake teknik manual (pensil warna) baru kemudian diperhalus di komputer (photoshop). Kalau Mbak ingin tahu prosesnya gimana, saya sarankan hubungi aja via e-mail, di: andhik_shocker@yahoo.co.id ^^




%d bloggers like this: