FIKSI ANAK: Inspirasi Sebuah Kesederhanaan

6 01 2010


SAYA teringat, ketiSalah satu karya Clara Ng ka kecil dulu, sangat suka membaca buku cerita sebangsa kumpulan dongeng. Buku cerita favorit saya dulu adalah kumpulan dongeng dunia, termasuk karya-karya H.C. Andersen di dalamnya. Cerita-cerita yang kaya imajinasi dan melampaui logika itu membekas dalam hati saya hingga saat ini. Namun tentu seperti anak-anak pada umumnya, ketika beranjak dewasa, saya menganggap dongeng tidak lagi menarik, dan beralih pada komik ataupun novel remaja-dewasa sebagai nutrisi literatur.

Hampir saja saya melupakan keajaiban cerita anak kalau saja tidak menjadi editor buku anak yang akhirnya bertemu kembali dengan sejuta pesona cerita anak. Katakanlah, saya menjadi sangat terinspirasi ketika membaca karya-karya Clara Ng, Seri Bagai Bumi Berhenti Berputar, yang mengusung tema-tema seputar masalah/kesedihan/problem anak yang dibahasakan dengan begitu lugas, mengharukan, dan penuh nilai. Hal yang sama yang saya rasakan ketika membaca karya Arleen T, Kumpulan Dongeng Kerajaan. Dongeng-dongeng yang orisinil, imajinatif, dan penuh nilai positif yang saya yakin dapat menginspirasi anak. Buku-buku Arleen yang dibesut Wortelbooks pun punya jaminan mutu, pasti bagus, imajinatif, dan bervalue. Dari situ, saya bertekad untuk nantinya memantapkan karir sebagai penulis fiksi anak. Tapi itu masih jauuhh.. karena setahun belakangan ini, saya baru menghasilkan 3 storybook bilingual murni. Kebanyakan karya justru berupa buku edukasi yang dikemas dalam komik dan picture book, yang meski juga mengedepankan cerita yang bervalue, tidak semurni storybook yang saya idam-idamkan. ^^ Uupss… sori, jadi curhat colongan. Ok, lanjut ya..

Beberapa karya Arleen T

Kesederhanaan fiksi anak

Nah, sekarang pun sudah banyak penulis fiksi anak yang karya-karyanya beredar di berbagai penerbit nusantara. Ada banyak faktor, salah satunya mungkin karena fiksi anak, dari segi pengerjaan naskah, bagi sebagian orang (tentu tidak bisa diterapkan pada semua kasus) lebih sederhana dari novel yang jumlah halamannya di atas 100.

Apanya yang sederhana? Pertama, bahasa, karena kosa kata anak punya batasan sesuai dengan tingkatan usianya. Kedua, ide ceritanya, karena fiksi anak pun bisa diangkat dari peristiwa sehari-hari. Eits, yang agak menyulitkan bagi sebagian besar penulis adalah pengembangan ide, karena fiksi anak melampaui logika. Sebagai penulis, kita dituntut untuk menembus batas-batas logika dan aturan yang mengikat, karena dunia anak adalah dunia yang penuh warna dan aroma kebebasan. Simak saja karya Astrid Lindgren, Pippi si Kaos Kaki Panjang. This is a great reference! Tapi tantangan imajinasi inilah yang menjadikan fiksi anak itu menarik.

Unsur-unsur Fiksi Anak

Tak ubahnya fiksi secara umum, fiksi anak pun dibangun oleh unsur-unsur berikut:

1. Tema: tema yang tepat untuk fiksi anak adalah yang menghibur, mendidik, dan inspiratif.

– Menghibur karena anak-anak akan lebih mudah tertarik untuk membaca, menghibur juga bisa menjadikan anak-anak memiliki hobi membaca dan menulis. Untuk yang menghibur ini, favorit saya adalah Jungle Fun Series (duh, nama penulisnya lupa…=P)

– Mendidik di sini bukan sebagai buku teks atau pelajaran, tapi mendidik yang secara halus. Agar tak jengah, anak-anak sebaiknya jangan dicecoki bacaan yang berceramah. Tema-tema jangan membolos, jangan begini, jangan begitu, sudah kelewat usang.

– Inspiratif berarti memberi kesan yang mendalam sehingga si anak tergerak melakukan hal yang secara tersembunyi disisipkan si penulis. Misalnya, setelah membaca dongeng Gadis Penjual Korek Api, anak menjadi lebih peduli pada sesamanya yang berkekurangan.

2. Penokohan

Sebaiknya tidak memunculkan terlalu banyak tokoh. Untuk novel, mungkin kita bisa batasi dengan 1-4 tokoh utama, dan 5 pendukung. Tokoh utama harus digambarkan dengan jelas, meliputi fisik, karakter, termasuk lingkungannya. Tak jarang juga, di fiksi anak dimunculkan sosok antagonis sebagai pemikat cerita.

3. Alur

Alur cerita yang mengalir menjadikan membaca menyenangkan. Untuk mengalir, biasanya pengarang membangun peristiwa satu ke peristiwa yang lain berkaitan hingga akhir cerita. Dalam alur, kita akan menemukan pembukaan, konflik, klimaks, anti klimaks. Begitu seterusnya. Alur juga bisa dibuat mundur (flashback) atau maju (foreshadowing). Bisa juga kombinasi keduanya agar lebih memikat. Salah satu novel anak yang saya kagumi plotnya adalah The Miraculous Journey of Edward Tulane, kisah perjalanan seekor boneka kelinci porselen untuk menemukan rumahnya kembali.

4. Setting

Latar atau setting fiksi anak barangkali hal yang paling luas di dunia fiksi. Dengan imajinasi yang luas, fiksi anak nyaris tak memberi batasan. Kita bisa membuat dongeng tentang kehidupan mahkluk di bawah air terjun, dunia peri, negeri pelangi, dan lain-lain. Selain latar tempat, latar waktu juga bisa kita akali. Contoh yang mengesankan adalah karya Arleen T yang berjudul Two Tales of Very Different Cities.

5. Trik

Setiap penulis pada akhirnya harus memiliki gaya bercerita yang khas dan kreatif, sehingga tema sesederhana apa pun menjadi menarik untuk dibaca. Bagaimana cara melatihnya? Saya sendiri melatih diri dengan banyak membaca karya penulis ternama, mencermati struktur dan gaya bercerita mereka, lalu mencoba menciptakan gaya sendiri. Plus, banyak melatih menulis, karena hanya dengan itu, trik bercerita akan makin terasah dan tertanam.

Uups… ternyata menulis fiksi anak itu tidak sesederhana yang dibayangkan! Of course dong… Karena itu, jangan menggampangkannya ^^ Seorang penulis fiksi anak harus terus belajar dan bertumbuh. Agar bisa tetap menginspirasi pembaca cilik kita melalui kesederhanannya. Tetap semangat! ^^

Selviya-Cornerstone


Actions

Information

One response

28 09 2010
Jean

Perkenalkan, saya Jean, mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, sekarang ini saya sedang mengerjakan tugas akhir dan tugas akhir saya yaitu membuat cerita, saya sudah menulis sebuah cerita anak-anak, ini pertama kalinya saya menulis cerita, karena itu tata bahasanya kacau sekali.

Saya mohon bantuan Anda untuk memberikan saya beberapa tips2, atau mungkin saya bisa mengirimkan cerita saya ke blog ini untuk di edit bila diperbolehkan oleh Anda. Atau mungkin saya bisa menyewa bantuan seorang editor untuk cerita saya ini.

Tolong dibalas karena saya sangat membutuhkan bantuan. Terima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: