Wireless versus Environment

6 01 2010

CORNERSTONE studio dimungkinkan berjalan karena adanya teknologi, baik berupa hp dan notebook. Ini sangat mengatasi ketiadaan basecamp. Bagi rekan-rekan CORNERSTONE yang hidup di masa sekarang, keadaan ini tentu biasa saja, berjalan apa adanya. Namun bila kita membayangkan diri hidup 25 tahun yang lalu, dan memandang kehidupan saat ini dari sudut pandang mereka, pasti sulit membayangkan ada kehidupan seperti kita sekarang. Betapa saat ini teknologi yang kita enyam sehari-hari sudah sedemikian majunya. Dunia sudah tidak lagi disekat-sekat oleh batasan waktu dan jarak. Dunia sudah flat, semua mempunyai akses yang sama. Teknologi ponsel dan notebook, dan perangkat wireless lainnya telah mengubah segalanya. Manusia menjadi lebih mobile. Bisakah orang zaman dulu membayangkan, betapa banyak perangkat: dari kamera, pemutar musik, televisi, radio, aneka organizer, remote, buku, game, telepon, internet, perekam, sampai keperluan untuk banking, semua bisa digenggam dalam satu genggaman kecil. Saat ini perkembangan komputer portable dan notebook juga sangat pesat.

Perlu kita sadari semua bukan tanpa harga yang harus dibayar. Semakin mobile tehnologi, semakin wireless kita, semakin kita mengontribusikan diri kita bagi kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Saat ini bahaya sampah dari barang-barang mobile elektronik tengah mengancam planet kita, berupa komponen logam beracun—timbal (lead), mercury dll, juga plastik. Ini ancaman yang serius. Sampah dari hp misalnya, material logam berbahaya dan plastiknya tidaklah banyak, namun melihat membengkaknya jumlah pengguna hp dari tahun ke tahun tentu menyebabkan akumulasi yang mengerikan. Sejak tahun 2003 saja pengguna hp di seluruh dunia mencapai lebih dari 1 milyar. Angka ini bukannya berhenti, akan terus membengkak, bukan saja oleh pengguna baru, namun juga oleh pengguna lama yang memiliki hobi gonta-ganti hp. Hobi gonta-ganti hp sudah merupakan penyebab membengkaknya timbunan sampah berbahaya ini, padahal tujuannya hanya untuk “fashion” saja. Dari survey salah satu majalah di Jakarta tahun 2002 tentang alasan orang berganti-ganti hp menunjukkan alasan model lebih tinggi daripada fungsionalitas, dengan rasio 25,50% : 13,87% dari 660 responden. Hal ini dimanfaat oleh para vendor merk hp dengan cara merilis lebih banyak produk variannya. Dengan asumsi usia pakai produk 1-2 tahun, diperkirakan setiap tahunnya terdapat 500 juta hp dibuang ke sampah. Sebuah angka yang mengejutkan. Meskipun untuk mengatasi ini telah diluncurkan produk-produk daur ulang oleh beberapa vendor, tetap tidak menjawab masalah lingkungan yang akan terjadi di masa depan.

Barangkali salah satu cara mengatasi masalah adalah dengan kembali ke kabel, atau bila perlu meninggalkan teknologi sama sekali, diantaranya hp dan notebook. Atau bila pilihannya terlalu sulit, kita bisa mulai dari yang terkecil, berhentilah gonta-ganti hp. Rekan-rekan CORNERSTONE harus ingat satu hal, memang Tuhan sudah berfirman setiap hari ada kesusahannya sendiri, namun keputusan salah yang kita lakukan hari ini akan diderita anak cucu kita mendatang dan masa depan planet biru yang kita cintai ini.

Anto-Cornerstone


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: