Di Balik Buku Best-seller

5 01 2010



Tidak ada pekerjaan semulia membuat buku. Dalam kepenulisan sebuah buku terdapat transfer ilmu dari si penulis pada pembaca buku tersebut. Dengan demikian kepenulisan sebuah buku merupakan pekerjaan yang penuh tanggung jawab. Tidak saja kepada manusia dan kemanusiaan, namun juga kepada pencipta manusia dan kemanusiaan itu sendiri, yakni Tuhan. Simaklah bagaimana buku-buku telah merevolusi dunia, Das Capital melahirkan hantu revolusioner yang paling mengerikan: Komunisme, The Origin of Species melahirkan materialisme penciptaan. Begitu pun seluruh agama besar di dunia dibangun juga dari buku, yang kita sebut kitab suci. Pendeknya, buku adalah pilar bagi peradaban manusia.

Satu diantara buku yang menarik untuk dijadikan fokus adalah buku anak.

Buku Anak adalah

buku yang menggunakan materi,

sudut pandang dan pembaca anak-anak

Membuat buku anak tidak semudah yang dibayangkan—bila dibandingkan, misalnya, buku remaja—karena menyangkut perkembangan psikologi anak. Seorang pembuat buku anak dituntut mengenal tahap-tahap dalam perkembangan seorang anak. Masing-masing tahap memiliki kebutuhan bacaan yang berbeda. Sebagai contoh, anak umur 8 tahun tentu berbeda dengan anak umur 10 tahun dari segi bentuk buku, kebutuhan akan ilustrasi, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya ceruk pasar buku anak sangat besar.

Sebagai catatan, selama bekerja di litbang penerbit Masmedia, CORNERSTONE mendapati data yang mengejutkan. Toko-toko buku besar di Surabaya menyebutkan buku anak masih sangat leading. Dian Agustiningrum, supervisor Gramedia Expo mengatakan saat ini penyumbang terbesar bagi toko buku tetaplah buku anak. Dari Kompas Cyber Media, Tri Guntoro kepala seksi penjualan TB Gramedia menyebutkan buku fiksi masih menempati posisi puncak penjualan, dengan kriteria buku anak dan remaja. Hal ini memancing banyak penerbit yang sebelumnya adalah penerbit buku umum mengubah arah terbitan menjadi buku fiksi anak. Saat ini, pemain di buku anak sudah sangat menjamur. Efeknya tentu positif, kebutuhan akan buku pendidikan dan anak terpenuhi oleh beragamnya pilihan.

Buku-buku yang bermain di wilayah anak sangat banyak sekali jenisnya, diantaranya sains picture-book, komik, dan buku fiksi—misalnya dongeng dan pendidikan perilaku. Sekali lagi, buku fiksi leading dalam ceruk ini. Mengapa buku anak berbasis fiksi begitu leading? Kompas Cyber Media mengatakan buku fiksi anak-anak sangat imajinatif, dan ini menjadi sarana relaksasi anak-anak setelah suntuk belajar.

Data lain yang dimiliki CORNERSTONE menyebutkan terdapat fenomena yang meruntuhkan paradigma umum tentang buku anak. Buku fiksi ke-5 harry Potter yang memiliki tebal 895 halaman dan dijual dengan harga Rp. 225.000 adalah bacaan utama anak-anak di dunia. Ini menghantam pandangan bahwa buku anak harus tipis, cerah dan banyak gambar. Buku-buku fiksi tersebut sangat membangkitkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak. Sementara itu di tanah air, buku The Children,s Bible yang diproduksi tahun 2004 dan ditulis oleh Murray menebus angka best-seller. Begitupun penerbit sekelas Elexmedia Komputindo menaguk keuntungan besar dari buku Power Bible Comic yang ditulis oleh Kim Shin Joong setebal 208 halaman dengan harga Rp. 80.000, menebus angka tujuh ribu exemplar dan terjual habis dalam 2 bulan. Ini juga meruntuhkan pandangan umum bahwa pasar buku Kristiani sangat sempit, serta buku tebal dan mahal pasti sulit memperoleh pasar.

Keberhasilan sebuah buku anak tidak lepas dari unsur promosi. Untuk buku Harry Potter sudah pasti ditunjang promosi yang gencar. Namun jangan lupa, dua contoh buku di atas sama sekali tidak ditunjang oleh promosi. Data CORNERSTONE dari riset di litbang menunjukkan dua penunjang keberhasilan sebuah buku anak adalah Brand dan desain sampul. Dari dua elemen ini, Brand menepati posis tertinggi.

Anto-Cornerstone


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: